ternyata hidup tidak seperti yang selama ini aku dibayangkan, tidak semudah mengambil dau yang terjatuh diatas rumput hijau. bahkan hidup ini tak selamannya indah, banyak hal negatif dan positifnya. belakangan ini aku selalu berfikiran negatif, aku takut saat masuk sekolah nanti aku takut kalau pak.zen akan memarahiku karena belum memberikan kwitansi extra yang bulan lalu aku dapatkan setelah membanyarnya pada petugas keuangan disekolah entar dikirain aku bohong dan nggak banyar uang extra. dan juga kwitansi itu wajib dikumpulkan 1minggu yang lalu saat terakhir masuk sekolah(sebelum libur sekolah). aku ini memang payah, sewaktu kelas 3 ini jarang sekali aku manaati perintah guru padahal saat aku masih kelas 1/2(SMP) seluruh tugas apapun aku selesaikan dengan gembira bahkan sering aku mendapat pujian dari mereka. tapi sekarang sifatku mulai berubah aku jarang sekali mau menaati peraturan mereka bahkan sering menghindar. aku seperti ini karena selalu aku saja yang dibutuhkan pada saat tertentu, tidak memikirkan perasaan orang lain selalu memikirkan diri sendiri, bukan mau menjelek-jelekkan tapi itulah yang kurasakan saat ini mungkin ini tidak dirasakan oleh temanku yang lain. aku selalu merasa sendirian disekolah ataupun dirumah.
pernah suatu hari guru bahasan indonesiaku bertanya padaku
"rina, nilai bahasa indonesiamu turun drastis, apa ada masalah?. saat ayahmu meninggal semua nilai pelajaranmu meninggat, apa ada yang membebani pikiranmu?" beliau berbicara seperti itu, dia tidak merasakan rasa sakit saat aku mendengarkannya andai aku berani aku akan mengatakan sekencang-kencang "aku belajar karena tertekan, apa harus ada seseorang yang meninggal dan membuatku bangkit? tidakkan!, kau dan guru-guru yang lain tidak memikirkan apa yang aku rasakan selama ini bahkan juga saat SD, aku hidup seperti diNeraka saja. penuh emosi juga tekanan, omelan sana-sini dan tak peduli mereka mau mendengarkannya atau tidak." karena aku seorang yang pengecut aku hanya dapat meliriknya tanjam, semua teman-temanku melihatku seperti mereka yang peduli terhadapku.
tidak hanya sekali aku tersinggung dengan omelan guru, saat pelajaran IPS. guru IPSku menanyakan hal yang sama denganku tapi itu yang membuatku menangis saat sampai dirumah. membuat rasa sakit ini semakin menjadi-jadi, karena tak ingin sesuatu yang jahat terjadi aku memalingkannya pada hal yang positif seperti meluapkannya pada bulletin board, memukuli batang pisang hingga hancur, menggambar meski terlihat seperti cakar ayam, bermanja-manjaan dengan kucingku atau baca komik hingga larut malam. aku terkadang iri dengan teman-temanku yang lain seperti hidup mereka yang begitu indah meski terselib berbagai masalah, tapi aku tetap semangat kok dengan apa yang sudah tuhan berikan padaku meski aku sedikit bingung saat mengatakan tentang kwitansi itu. so, aku akan terus berjuang mengapai yang aku harapkan selama ini. menggapai kenangan yang terindah bagiku....
-hanya satu yang aku inginkan, kalau salah satu guru disekolahku membaca blogku aku ingin mengatakan "hormatilah setiap murid seperti kalian menghormati ayah dan ibu kalian, karena meski memiliki sifat negatif yang membuat bapak/ibu guru merasa kesal tapi padanglah selalu sisi positifnya karena aku yakin bahwa setiap anak memiliki keistimewaan tersendiri" aku tidak berbicara untuk diriku sendiri melainkan untuk teman-temanku yang lain-
Selasa, 31 Desember 2013
Senin, 30 Desember 2013
awal kehidupan
kenalkan namaku rina bayu anggrini, aku memiliki julukan nama tersendiri untuk setiap tempat, ayu untuk panggilanku dirumah, rina untuk panggilanku disekolah, dan rin untuk panggilanku saat berpesan(SMS).
aku terlahir dikeluarga sederhana, namun memiliki jalinan yang sangat kuat dengan keluargaku. mereka mendidikku menjadi anak yang berguna bagi bangsa/negara, agama, dan keluarga. aku tumbuh sebagai gadis yang tidak seberapa cantik dan juga tidak jelek aku hanya ingin tumbuh sebagai anak yang selalu memiliki mimpi yang selalu ingin diwujudkan.
saat usiaku masih 2 tahun aku memiliki masalah yang sangat besar akan kedua orang tuaku yang sering bertengkar, entah kenapa aku masih ingat sampai saat ini. dan saat aku duduk dibangku kelas 2 SD, ayah mengenalkanku pada seorang wanita simpanannya ia menyuruhku untuk memanggilnya dengan sebutan 'mama'. karena saat itu pikiranku mudah terpengaruh dan masih belum mengerti tentang ini itu atau baik buruknya hal disekitarku ya sudah aku menurut saja. mungkin kalau aku lebih mengerti dari orang dewasa aku akan menuengur beliau.
ayah dan wanita gelapnya sering mengajakku jalan-jalan, hingga pada akhirnya ibu dan kakak-kakakku yang lainnya mengetahui lalu mereka berdua tidak salaing menyapa dan terjadi pertekaran ayah memutuskan untuk pergi dari rumah, meski ibu dengan berat hati mengatakan 'iya' ayah tetap saja pergi dengan air mata yang manatapku dalam-dalam.
paginya ketika ayah membereskan barangnya, ibu mengajakku kedapur untuk memberitahuku sesuatu, "ayu, nanti nggak usah tanya ayah mau pergi kemana, ya!". bodohnya, saat itu aku hanya mengangguk dan menuruti kata-kata ibuku. setelah beberapa hari ayah pergi rasanya rumah ini hampa hanya aku dan ibu saja yang melewati malam yang sepi dengan berbekal selimut dan bantal "apa ini yang dipikirkan orang dewasa, mereka tidak dapat memikirkan perasaan orang lain, mereka seperti kanak-kanak." pikirku saat itu. entah kenapa aku selalau ingat kejadian buruk dalam kehidupanku setiap cela aku selalu mengingatnya. dan sampai pada suatu hari dikala bel istirahat sekolah aku membelikan bakso untuk ayahku yang tinggal disebuah kontrakan dekat dengan Sekolahku. aku membelanjakan semua uang saku yang ibu kasih untuk membayar bakso yang kubeli. dengan muka lesu aku mendatangi beliau yang sedang bersantai, aku memberikan benda yang kupenggang padanya. lalu aku tidak tau kelanjutannya, sikat cerita disuatu malam yang dingin. ibuku mengajakku untuk berdoa(sesuai iman, karena aku orang kristiani). dalam doa aku memohon agar tuhan Yesus mengajak ayahku untuk kembali kerumah, dengan tangisan aku berdoa sungguh-sungguh. paginya, aku terbangun karena mendengar suara ayahku yang sangat dekat, awalnya aku tidak percaya. namun kupaksakan untuk membuka mataku dan ternyata memang benar ayahku telah kembali kerumah juga terlihat wajah ibuku sangat gembira dan mulai saat ini aku percaya MUZIZAT tuhan itu nyata pada setiap umatnya yang mau percaya pada apa yang ia ajarkan bagi kita semua.
-Kalian harus percaya itu...!-
aku terlahir dikeluarga sederhana, namun memiliki jalinan yang sangat kuat dengan keluargaku. mereka mendidikku menjadi anak yang berguna bagi bangsa/negara, agama, dan keluarga. aku tumbuh sebagai gadis yang tidak seberapa cantik dan juga tidak jelek aku hanya ingin tumbuh sebagai anak yang selalu memiliki mimpi yang selalu ingin diwujudkan.
saat usiaku masih 2 tahun aku memiliki masalah yang sangat besar akan kedua orang tuaku yang sering bertengkar, entah kenapa aku masih ingat sampai saat ini. dan saat aku duduk dibangku kelas 2 SD, ayah mengenalkanku pada seorang wanita simpanannya ia menyuruhku untuk memanggilnya dengan sebutan 'mama'. karena saat itu pikiranku mudah terpengaruh dan masih belum mengerti tentang ini itu atau baik buruknya hal disekitarku ya sudah aku menurut saja. mungkin kalau aku lebih mengerti dari orang dewasa aku akan menuengur beliau.
ayah dan wanita gelapnya sering mengajakku jalan-jalan, hingga pada akhirnya ibu dan kakak-kakakku yang lainnya mengetahui lalu mereka berdua tidak salaing menyapa dan terjadi pertekaran ayah memutuskan untuk pergi dari rumah, meski ibu dengan berat hati mengatakan 'iya' ayah tetap saja pergi dengan air mata yang manatapku dalam-dalam.
paginya ketika ayah membereskan barangnya, ibu mengajakku kedapur untuk memberitahuku sesuatu, "ayu, nanti nggak usah tanya ayah mau pergi kemana, ya!". bodohnya, saat itu aku hanya mengangguk dan menuruti kata-kata ibuku. setelah beberapa hari ayah pergi rasanya rumah ini hampa hanya aku dan ibu saja yang melewati malam yang sepi dengan berbekal selimut dan bantal "apa ini yang dipikirkan orang dewasa, mereka tidak dapat memikirkan perasaan orang lain, mereka seperti kanak-kanak." pikirku saat itu. entah kenapa aku selalau ingat kejadian buruk dalam kehidupanku setiap cela aku selalu mengingatnya. dan sampai pada suatu hari dikala bel istirahat sekolah aku membelikan bakso untuk ayahku yang tinggal disebuah kontrakan dekat dengan Sekolahku. aku membelanjakan semua uang saku yang ibu kasih untuk membayar bakso yang kubeli. dengan muka lesu aku mendatangi beliau yang sedang bersantai, aku memberikan benda yang kupenggang padanya. lalu aku tidak tau kelanjutannya, sikat cerita disuatu malam yang dingin. ibuku mengajakku untuk berdoa(sesuai iman, karena aku orang kristiani). dalam doa aku memohon agar tuhan Yesus mengajak ayahku untuk kembali kerumah, dengan tangisan aku berdoa sungguh-sungguh. paginya, aku terbangun karena mendengar suara ayahku yang sangat dekat, awalnya aku tidak percaya. namun kupaksakan untuk membuka mataku dan ternyata memang benar ayahku telah kembali kerumah juga terlihat wajah ibuku sangat gembira dan mulai saat ini aku percaya MUZIZAT tuhan itu nyata pada setiap umatnya yang mau percaya pada apa yang ia ajarkan bagi kita semua.
-Kalian harus percaya itu...!-
Langganan:
Postingan (Atom)