Senin, 30 Desember 2013

awal kehidupan

kenalkan namaku rina bayu anggrini, aku memiliki julukan nama tersendiri untuk setiap tempat, ayu untuk panggilanku dirumah,  rina untuk panggilanku disekolah, dan rin untuk panggilanku saat berpesan(SMS).
aku terlahir dikeluarga sederhana, namun memiliki jalinan yang sangat kuat dengan keluargaku. mereka mendidikku menjadi anak yang berguna bagi bangsa/negara, agama, dan keluarga. aku tumbuh sebagai gadis yang tidak seberapa cantik dan juga tidak jelek aku hanya ingin tumbuh sebagai anak yang selalu memiliki mimpi yang selalu ingin diwujudkan.
saat usiaku masih 2 tahun aku memiliki masalah yang sangat besar akan kedua orang tuaku yang sering bertengkar, entah kenapa aku masih ingat sampai saat ini. dan saat aku duduk dibangku kelas 2 SD, ayah mengenalkanku pada seorang wanita simpanannya ia menyuruhku untuk memanggilnya dengan sebutan 'mama'. karena saat itu pikiranku mudah terpengaruh dan masih belum mengerti tentang ini itu atau baik buruknya hal disekitarku ya sudah aku menurut saja. mungkin kalau aku lebih mengerti dari orang dewasa aku akan menuengur beliau.
ayah dan wanita gelapnya sering mengajakku jalan-jalan, hingga pada akhirnya ibu dan kakak-kakakku yang lainnya mengetahui lalu mereka berdua tidak salaing menyapa dan terjadi pertekaran ayah memutuskan untuk pergi dari rumah, meski ibu dengan berat hati mengatakan 'iya' ayah tetap saja pergi dengan air mata yang manatapku dalam-dalam.
paginya ketika ayah membereskan barangnya, ibu mengajakku kedapur untuk memberitahuku sesuatu, "ayu, nanti nggak usah tanya ayah mau pergi kemana, ya!". bodohnya, saat itu aku hanya mengangguk dan menuruti kata-kata ibuku. setelah beberapa hari ayah pergi rasanya rumah ini hampa hanya aku dan ibu saja yang melewati malam yang sepi dengan berbekal selimut dan bantal "apa ini yang dipikirkan orang dewasa, mereka tidak dapat memikirkan perasaan orang lain, mereka seperti kanak-kanak." pikirku saat itu. entah kenapa aku selalau ingat kejadian buruk dalam kehidupanku setiap cela aku selalu mengingatnya. dan sampai pada suatu hari dikala bel istirahat sekolah aku membelikan bakso untuk ayahku yang tinggal disebuah kontrakan dekat dengan Sekolahku. aku membelanjakan semua uang saku yang ibu kasih untuk membayar bakso yang kubeli. dengan muka lesu aku mendatangi beliau yang sedang bersantai, aku memberikan benda yang kupenggang padanya. lalu aku tidak tau kelanjutannya, sikat cerita disuatu malam yang dingin. ibuku mengajakku untuk berdoa(sesuai iman, karena aku orang kristiani). dalam doa aku memohon agar tuhan Yesus mengajak ayahku untuk kembali kerumah, dengan tangisan aku berdoa sungguh-sungguh. paginya, aku terbangun karena mendengar suara ayahku yang sangat dekat, awalnya aku tidak percaya. namun kupaksakan untuk membuka mataku dan ternyata memang benar ayahku telah kembali kerumah juga terlihat wajah ibuku sangat gembira dan mulai saat ini aku percaya MUZIZAT tuhan itu nyata pada setiap umatnya yang mau percaya pada apa yang ia ajarkan bagi kita semua.

-Kalian harus percaya itu...!-

Tidak ada komentar: